
Sementara itu, sopir angkot pelat hitam, Rahman (40) mengaku malas mengubahnya menjadi angkutan resmi. Karna, biaya untuk ganti warna pelat jadi kuning cukup mahal. “Lagipula pakai pelat hitam tidak apa-apa, yang penting bayar retribusi,†tuturnya.
Terpisah, Kepala Terminal Leuwiliang Ferry NuzirÂman mengatakan, untuk kuningÂisasi pelat hitam mengalami kesulitan. “Memang tidak mudah, tapi kami tetap berusaha. Terakhir kami kuningisasi angkutan trayek Nanggung,†sebutnya. (Agus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















