
“Sebenarnya, diplomasi pertahanan tidak hanya berperan di antara beberapa negara yang memiliki kemauan untuk mencapai kemakmuran, namun juga sebagai “metode” untuk menyelesaikan masalah saat ini seperti keamanan maritim, keamanan maya, bantuan manusia dan bantuan bencana, serta kontra terorisme,†tuturnya.
Dengan adanya logika diplomasi pertahanan, akan menjadi alat untuk meningkatkan keamanan di dalam negeri, sebagai bentuk diplomasi yang penting bagi masing-masing negara dalam menyelesaikan konflik dan ancaman secara bersama-sama.
“Melalui diplomasi pertahanan, pemecahan masalah akan lebih efektif, ketika negara-negara duduk bersama dalam semangat pertemanan yang memprioritaskan jalan yang benar keluar daripada mencari perbedaan perspektif,†paparnya.
Ia berharap, melalui konferensi internasional ini akan menghasilkan solusi konstruktif dalam menghadapi beberapa ancaman umum yang terjadi saat ini. Ke depan, langkah diplomasi pertahanan harus didasarkan pada semangat kedamaian untuk solusi yang lebih tepat.
Seminar dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama membahas masalah kerjasama pertahanan dalam bidang cyber, keamanan maritim serta mekanisme dalam diplomasi pertahanan Asia Pasifik. Dilanjutkan sesi kedua yang membahas permasalahan dalam Diplomasi Pertahanan diantara negara-negara di Asia-Pasifik.
Seminar ICDS dihadiri oleh pejabat Eselon I di lingkungan Kemhan, Duta Besar dan Atase Pertahanan yang bertugas di Jakarta, perwakilan Perguruan Tinggi dan Mahasiswa Unhan serta seluruh pejabat Eselon I, II, III Unhan. (Iman R Hakim)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















