
Aksi ini akan dilaksanakan di dua titik, yakni di Jagabaya dan lapangan Kecamatan Parungpanjang. Aksi pengumpulan koin ini bertujuan sebagai sentilan kepada pemerintah atas pembiaran kegiatan pertambangan yang menggila yang mengakibatkan jalan rusak dan berdampak polusi udara yakni debu yang bertebaran sehingga menimbulkan penyakit ISPA terhadap masyarakat. “Selain Jalan rusak dan Polusi debu, maut pun setiap hari mengintai warga Parungpanjang,” terangnya.
Pengumpulan Koin tersebut rencana akan kita antar langsung ke Gubernur Jawa Barat di Bandung. Dua hari setelah aksi pengumpulan koin, warga juga meminta audiens dengan Gubernur untuk menyampaikan tuntutan dari warga parung panjang.
Warga meminta segera dibuatkan jalur khusus untuk jalan tambang. Karena warga sudah geram dengan pembiaran yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Kami dan warga lainnya ingin mendengar langsung jawaban dari Gubernur terkait tuntutan warga.
Karena jalan raya parung panjang yang merupakan kelas C, seharusnya dilalui dengan kapasitas berat maksimal 8 ton, dan kenapa ini dilalui oleh truck tronton dengan berat total 45 ton per 3000 truck perhari. “Selama permasalahan jalan parungpanjang belum bisa terselesaikan, kami akan terus bergerak melakukan aksi,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan aksi blokir itu dilakukan dengan menimbun batu dan kayu serta membakar ban di jalan. Tidak hanya itu saja, warga juga menanam pohon dibeberapa titik jalan yang rusak dan berlubang ditengah jalan raya Parungpanjang. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemprov jabar. (Agus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














