
Menurut dia, chemistry antara dirinya dengan Deddy Mizwar berlangsung cepat sehingga Golkar memutuskan untuk berkoalisi dengan Demokrat yang mengusung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar. Tak kurang dari satu jam setelah Dedi mendapatkan SK penugasan dari DPP Partai Golkar, dia langsung mendapatkan Deddy Mizwar sebagai mitra koalisi di Pilgub Jawa Barat 2018.
Setelah mendapat SK penugasan, Dedi Mulyadi mengaku langsung menemui DPD Demokrat Jabar dan Deddy untuk merajut ‘kisah cinta Jabar yang tertunda’ sebelum melenggang ke Pilgub Jabar 2018. “DPP memberikan batas waktu hingga 2 Januari 2018 dan sore tadi saya bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat (dan Deddy Mizwar) untuk merajut kisah cinta Jabar yang tertunda,” kata dia.
Sebelumnya DPD Partai Golkar dan DPD Partai Demokrat Jawa Barat sepakat untuk menjalin koalisi di Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut ditetapkan hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam. “Setelah Shalat Ashar terjadi komunikasi antara Partai Demokrat dengan Golkar yang intinya ada satu kesepahamana dalam Pilgub Jabar 2018. Semua mungkin saja kalau sudah jalan Tuhan. (Koalisi) Demokrat dengan Golkar hanya setengah jam,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara, di Kota Bandung.
Meskipun sudah memutuskan untuk berkoalisi di Pilgub Jabar 2018, kedua partai politik tersebut belum memutuskan siapa yang jadi bakal cagub dan cawagub Jabar. Golkar dan Demokrat saat ini telah memenuhi syarat minimum 20 kursi legislatif daerah untuk pencalonan Pilgub Jabar. Golkar saat ini memiliki 17 kursi sementara Demokrat 12 kursi.
Pesaing terkuat duo Dedi adalah Ridwan Kamil, yang didukung PPP (9 kursi), PKB (7 kursi), dan NasDem (5 kursi). Namun koalisi pendukung Ridwan Kamil kini di ambang keretakan karena RK tak kunjung menentukan wakil titipan partai. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















