
Bima mengatakan imbauan tersebut diambil Pemkot dan TNI/Polri untuk mengantisipasi terjadinya tawuran. Sebab, pada Minggu (15/6/2018) dini hari terjadi pembacokan yang menewaskan seorang siswa SMK di Bogor.
Saat itu, Raihan Febriansyah (18) tewas dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya karena diserang sekelompok anak muda di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor. Siswa kelas II SMK YPHB Bogor itu sedang dalam perjalanan pulang usai nonton bareng Piala Dunia 2018.
“Kami akan menyikapi ini dengan sangat serius, ini perbuatan yang sangat biadab dan kita berikhtiar untuk mengantisipasi ini semua. Kita akan berpatroli secara rutin,” tegas Bima.
Dia juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) memaksimalkan satgas pelajar yang selama ini bertugas mengawasi pergerakan siswa-siswa di luar sekolah, dengan meningkatkan kesadaran dan penyuluhan di sekolah-sekolah soal bahaya dan potensi kriminalitas di luar jam sekolah. “Tingkatkan pembinaan kepada anak-anak. Selain itu, pengawasan warga, khususnya keluarga harus ditingkatkan. Cepat-cepat informasikan ketika ada potensi rawan di lapangan. Orang tua harus bisa mengawasi pergerakan anak di luar jam sekolah,†ujarnya. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















