
“Terhadap anak ini memang kita kita punya asas ultimum remedium, yaitu bahwa proses hukum itu adalah jalan terakhir. Kalau masih bisa dibina melalui orang tua, sekolah maupun aparat setempat, ya kita serahkan untuk pembinaan. Tapi kalau tidak bisa dibina, kita akan proses hukum,” kata Agah Sonjaya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang ikut dalam penangkapan tersebut mengaku sangat sedih dan marah atas kejadian ini. Menurut Bima, salah satu persoalan tawuran ini karena adanya produksi, distribusi, penjualan senjata tajam.
“Ini satu saja dari sekian banyak kemungkinan transaksi dari jaringan pengedar senjata tajam yang beredar di kalangan anak-anak STM,” ujar Bima.
Bima Arya berharap, pasca-penangkapan penjualan senjata tajam ini akan berdampak terhadap menurunnya peredaran senjata tajam di kalangan pelajar dan menekan aksi tawuran yang bisa memakan korban.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kan mereka punya tim cyber crime. Di situ kita akan awasi. Jadi kita nyatakan perang terhadap kekerasan, kita mulai dari aspek preventifnya,” imbuh Bima Arya. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















