
Namun, BJPT masih memastikan kesiapan peresmian jalur tol untuk seksi pertama di ruas Ciawi-Cigombong yang saat ini konstruksinya sudah tahap penyelesaian akhir. “Kalau kontruksi selesai Juli ini. Namun kalau peresmiannya masih kita koordinasikan lagi, yang jelas bisa selesai dalam tahun ini,†jaminnya.
Jalan tol yang berada di jalur selatan Jawa ini akan menambah portofolio jalan tol nasional. Jalan tol yang dimiliki PT Waskita Karya dengan kepemilikan saham 81,64% ini juga akan membuka akses jalur wisata yang terkenal dengan keindahan alamnya. Dengan total panjang 54 km, diperkirakan jumlah kendaraan per hari yang melewati jalur ini bisa mencapai 12.318 kendaraan.
Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah Djoko Setijowarno mengatakan, pembangunan ruas jalan tol harus diikuti dengan kreativitas pemerintah daerah untuk mengembangkan potensinya. Menurutnya, jalur tol Ciawi-Sukabumi akan mampu membuka kantong-kantong ekonomi baru khususnya yang bergerak di sektor pariwisata.
Sementara itu, PT Jasa Marga Tollroad Operator akan menerapkan sistem On Board Unit (OBU) di jalan tol yang dimiliki Jasa Marga. Saat ini penerapan OBU baru dilakukan di ruas tol tertentu di pintu tol Cengkareng, Bekasi Barat, Cililitan hingga Kuningan Satu. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















