
Dia juga meminta kepada para kader MUI tidak mudah curiga dan berburuk sangka. “Saya titip yang dikembangkan yaitu bagaimana berprasangka baik. Penuh dengan kecintaan jangan sampai membenci. Sedih kalau banyak ujaran kebencian,”ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bogor menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada MUI Kabupaten Bogor yang senantiasa berupaya menjalankan perannya dengan baik sebagai pusat pergerakan para ulama, zu’ama dan cendekiawan islam, anatara lain dengan secara rutin menyelenggarakan program pendidikan kader ulama yang hingga sekarang telah mencapai angkatan ke XII dan menjadi sumber kaderisasi ulama di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor
“Kepada para peserta yang telah terpilih untuk mengikuti kader ulama angkatan XII ini, disertai harapan semoga seluruh proses pembelajaran selama masa pendidikan nanti akan membantu untuk membangun kualitas sebagai pengemban syiar dan dakwah islamiyah yang memenuhi kualifikasi sebagai pemimpin muda isam berparadigma wasathiyah,â€ujar bupati.
Nurhayanti juga menambahkan Ijtima 3000 ulama tahun 2018 kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang tentunya akan menjadi bahan kebijkan yang strategis bagi Pemerintah Kabupaten Bogor karena umaro dan ulama suatu kesatuan yang saling mendukung, khususnya dalam menguatkan ketahanan sosial serta dalam membangun masyarakat yang sejahtera dengan dilandasi nilai-nilai agama, kebaikan dan kemaslahatan hidup dunia dan ukhrowi.
Di akhir acara Joko Widodo, Moeldoko, Ahmad Mukri Aji, dan Nurhayanti secara bersama-sama memainkan alat musik hadrah sebagai simbol pembukaan pendidikan kader ulama itu yang dilanjutkan Ijtima 3000 Ulama. (Firdaus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














