Bogor Kota Nyaman?

 

Gangguan Sosial

Cukup tingginya angka IPM yang diraih Kota Bogor serta kondisi infrastruktur dan kesejukan udara mendukung tingkat kenyamanan Kota Bogor. Selain kondisi fisik tersebut, kenyamanan Kota Bogor perlu didukung oleh kehidupan sosial penduduknya yang kondusif. Namun demikian, adanya gangguan sosial seperti kriminalitas, unjuk rasa dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) akan dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan Kota Bogor.

Berdasarkan data dari Polres Kota Bogor, pada tahun 2016 kriminalitas yang terjadi di Kota Bogor antara lain: pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 33 kali, pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 149 kali, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 293 kali, penganiayaan sebanyak 123 kali, penipuan sebanyak 304 kali, penggelapan sebanyak 109 kali, narkotika 183 kali (2015), dan pembunuhan sebanyak 6 kali.  Sedangkan kejadian unjuk rasa, berdasarkan data sekunder BPS yang bersumber dari Kantor Kesbang Kota Bogor, pada tahun 2016 terjadi unjuk rasa bidang politik sebanyak 19 kali dan unjuk rasa bidang ekonomi sebanyak 58 kali.

BACA JUGA :  Mengenal MQ-9 Reaper, Drone Tempur Canggih AS yang Diklaim Ditembak Jatuh Iran

Pada Tahun 2016, data terkait PMKS yang bersumber dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor, secara terinci sebagai berikut: jumlah anak balita terlantar sebanyak 133 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Timur sebagai wilayah terbanyak (38%); jumlah anak terlantar sebanyak 310 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Selatan sebagai wilayah terbanyak (31%); jumlah anak yang berhadapan dengan hukum sebanyak 67 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Tengah sebagai wilayah terbanyak (48%); jumlah anak jalanan sebanyak 195 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Tengah sebagai wilayah terbanyak (25%); jumlah anak korban tindak kekerasan sebanyak 19 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Barat sebagai wilayah terbanyak (89%); jumlah lanjut usia terlantar sebanyak 289 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Selatan sebagai wilayah terbanyak (24%); jumlah gelandangan sebanyak 68 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Tengah sebagai wilayah terbanyak (43%); jumlah pengemis sebanyak 198 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Selatan sebagai wilayah terbanyak (30%); jumlah fakir miskin sebanyak 27.451 jiwa, dengan Kecamatan Bogor Selatan sebagai wilayah terbanyak (24%); dan keluarga bermasalah sosial psikologis sebanyak 132 keluarga, dengan Kecamatan Bogor Barat sebagai wilayah terbanyak (77%).

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Genjot Infrastruktur Kabupaten Bogor, Integrasikan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

Dengan adanya fakta berdasarkan data tersebut di atas, kiranya para pemangku kepentingan (stakeholders) baik eksekutif dan legislatif dapat merumuskan formula yang ampuh untuk mengatasi masalah-masalah sosial agar dapat mendukung kenyamanan Kota Bogor, sesuai dengan lirik mars Kota Bogor sebagaimana tersebut di awal tulisan ini. Kota Bogor indah, sejuk dan nyaman. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================