
Rustandi memaparkan, tahapan kesiapan dan persiapan final penyelenggaraan Porda XIII Jawa Barat, meliputi kesiapan atlet dan official, tempat venue dan jadwal pertandingan, dukungan tenaga kesehatan, cabang olahraga, petugas kesehatan sampai jumlah medali yang diperebutkan.
“Untuk kesiapan atlet dan ofisial peserta pora yang sudah melalui proses verifikasi keabsahan dan delegation registration meeting (DRM) sebanyak 9.260 orang, dengan jumlah total atlet yang absah 8.517 orang,” katanya.
Porda XIII Jawa Barat 2018 mempertandingkan 60 cabang olahraga dengan 876 nomer dan memperebutkan 876 medali. Untuk kesiapan venue dan jadwal pertandingan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah bekerjasama, berkoordinasi dan bersinergi dengan enam pemerintah kabupaten kota lainnya di Provinsi Jawa Barat, yakni Pemerintah Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kota Cimahi, Kota Bandung dan Kabupaten Pangandaran.
“Kita siapkan tenaga kesehatan 545 orang, meliputi dokter umum sebanyak 121 orang, perawat 242 orang, pengendara mobil dan ambulas 102 orang serta tenaga relawan 80 orang. Dokter spesialis juga telah disiapkan di setiap rumah sakit di Kabupaten Bogor dan sekitarnya,” jelasnya.
Kontingen Kabupaten Bogor sendiri berjumlah 1.379 orang, terdiri dari 919 alet, 120 pelatih, 125 asisten pelatih dan 215 ofisial. Ketua Kontingen Didi Kurnia memastikan atlet telah siap mengarungi Porda 2018.
“Sudah dua kali dilakukan tes parameter, meliputi tes kesehatan dan psikotes. Acuan kami bukan status atlet nasional atau kelas dunia. Tapi, bagaimana mental mereka dalam mengharumkan nama daerah di rumah sendiri,” tegasnya.
Dia berharap kepada seluruh cabang olahraga untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dan senantiasa melakukan koordinasi dan konsultasi kepada pimpinan kontingen dalam hal pendampingan, baik strength conditioning, psikologi maupun kesehatan untuk meningkatkan performa atlet.
“Insha Allah, Ibu Bupati juga sudah menjanjikan kepada para atlet yang mendapatkan medali emas dapat akan diberikan kadedeuh sebesar Rp100 juta,” katanya.
Salah satu kendala yang dihadapi yakni, venue untuk panjat tebing yang belum rampung 100 persen. Kepala Dispora Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli menjelaskan, pengiriman komponen lintasan panjat tebing dari luar negeri terhambat karena cuaca buruk.
“Itu diimpor dari Cina. Nah disana ada badai jadi mengganggu penerangan. Tapi, besok sudah sampai. Pemasangan paling dua hari, jadi akhir September ini bisa rampung,” katanya.
Dia mengungkapkan persiapan Porda 2018 sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Membangun venue-venue menjadi pekerjaan khusus. “Sudah lama dipersiapkan. Tinggal promosi yang perlu kita gencarkan kembali,” katanya. (Iman R Hakim)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















