
Sementara itu, menurut Galopong Sianturi, Kepala Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi Kementerian Kesehatan, memberantas gizi ganda adalah masalah hak asasi manusia (HAM). Hal itulah yang menjadi alasan pemerintah menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Program tersebut mengajak masyarakat untuk memiliki gaya hidup sehat dengan meningkatkan aktivitas fisik, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kualitas lingkungan, meningkatkan ilmu tentang gizi, pemeriksaan berkala untuk deteksi penyakit, dan makan buah serta sayur yang cukup.
Selain itu, menurut Dr. Rimbawan, pakar gizi IPB, separuh dari piring kita seharusnya adalah sayur-sayuran. Masyarakat Indonesia pada umumnya mengonsumsi buah dan sayur di bawah porsi yang dianjurkan, yaitu 150 gram buah dan 250 gram sayur. Padahal harusnya 400 gram.
Ada beberapa cara untuk menjaga keseimbangan gizi dalam tubuh. Diet dan aktivitas fisik yang sesuai merupakan salah satunya. Tentu saja, memilih tipe olahraga yang baik tidak boleh sembarangan.
Mury Kuswari, S.Pd, Ketua Umum Asosiasi Nutrisionis, Olahraga dan Kebugaran Indonesia menyarankan untuk memilih olahraga yang disukai. Selain menjadi favorit kita, harus disesuaikan dengan kondisi tubuh kita agar tidak terlalu berat atau ringan. Diet dan aktivitas fisik tidak selalu menjamin keseimbangan gizi. Pengaturan secara holistik juga diperlukan untuk menjaga tubuh.
“Hanya mengandalkan diet dan aktivitas fisik saja tidak cukup,†ujar Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS sebagai Ketua Umum Persatuan Gizi Pangan Indonesia. Pengaturan tersebut terdiri dari manajemen waktu tidur, manajemen stres, manajemen hormon, pengamatan komponen tubuh, menjaga lingkungan tempat tinggal, pola makan dan aktivitas fisik. (Putri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















