
“Sampai dengan Desember 2018 saja, tercatat sudah hampir 4.000 orang dari beberapa provinsi sudah bergabung menjadi anggota Koperumnas. Sedangkan lokasi perumahan yang sudah ada terdapat di 10 lokasi di provinsi berbeda. Lokasi perumahan Koperumnas akan terus bertambah seiring dengan target Koperumnas Go Nasional. Membangun satu perumahan Koperumnas di setiap kota/kabupaten,†imbuhnya.
Lokasi perumahan Koperumnas di antaranya ada di Tanjung Pinang dari kuota 500 unit tersisa 10 unit, Singasari Jonggol-Bogor kuota 2.500 unit tersisa 700 unit, Tajur Citeureup-Bogor kuota 800 unit sudah sold out, Palangkaraya kuota 772 unit tersisa 600 unit, Bekasi kuota 3.200 unit tersisa 3.100 unit, Bontang kuota 1.100 unit tersisa 1.100 unit, Banjarmasin kuota 1.200 unit tersisa 1.200 unit, Balikpapan kuota 900 unit tersisa 900 unit, Pekanbaru kuota 1.000 unit tersisa 900 unit, dan Pontianak kuota 1.200 unit tersisa 1.200 unit.
General Manager Koperumnas, Diah Kusuma Putri Muda menambahkan, sistem pemasaran/promosi yang dilakukan Koperumnas selama ini cukup sederhana, hanya via e-commerce melalui pemanfaatan teknologi internet dan media sosial via Whatsapp, facebook, youtube, instagram, dan lainnya. Untuk informasi bisa melalui www.koperumnas.com, untuk pengecekan segala bentuk transaksi bisa mendownload aplikasi playstore bit.ly/koperumnas dan pendaftaran online: bit.ly/koperumnas02
Ia mengatakan, melalui sistem pemasaran e-commerce ini secara tidak disadari juga membuka peluang usaha bagi masyarakat dan anggota Koperumnas untuk menambah penghasilan. Setiap orang atau anggota Koperumnas yang berhasil mereferensikan anggota baru mendapat fee marketing Rp300 ribu yang bisa disubstitusikan untuk membayar angsuran. Bahkan, jika menjadi agen, manager cabang, manager provinsi, atau manager eksekutif bisa menghasilkan pendapatan hingga ratusan juta per bulan.
“Bukan hal yang tidak mungkin Koperumnas ke depan juga bisa memiliki bank sendiri apabila telah terbangun lokasi perumahan di 514 kota/kabupaten. Jika rata-rata per satu lokasi beranggotakan 1.000 orang dikalikan angsuran Rp1.000.000/bulan dan dikalikan 514, maka valuasinya bisa mencapai Rp514 miliar per bulan. Ini belum ditambah perhitungan komisi, penjualan ruko desko, kopermart, aset, dan lain-lain,” ungkapnya.
Menurut D.K. Putri Muda, peluang Koperumnas menjadi unicorn terbuka lebar. Apalagi, kata dia, belum ada unicorn yang bergerak di sektor perumahan khususnya yang berbasis syariah dan koperasi. Sementara kebutuhan masyarakat akan hunian terus melejit seiring bertambahnya jumlah penduduk. “Selain itu, Unicorn tetap membutuhkan industri sektor rill seperti Koperumnas,” imbuhnya. (Agus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















