
Ade Yasin juga berharap bank sampah menjadi gaya hidup yang disadro kemanfaatannya oleh masyarakat luas serta pengembangan bank sampah mengajari diri kita memandang sampah dengan cara berbeda serta membangun lingkungan yang berish, sehat, nyaman dan bersahabat.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Panji Ksatriyadji menuturkan untuk mengurangi sampah jajarannya membentuk Kampung Ramah Lingkungan (KRL), bank sampah dan desa berbudaya lingkungan (eco village).
“Timbunan sampah sudah 2.800 ton perhari dan kami sedang mengurangi timbunan sampah hingga 30 persen dengan cara membentuk 144 KRL, 354 bank sampah dan 32 eco village yang berada di bantaran Sungai Ciliwung,” tutur Panji.
Dia melanjutkan untuk armada angkutan sampah jumlahnya terbilang belum ideal, dimana dari kebutuhan 580 unit truk sampah, Pemkab Bogor baru memiliki 246 unit truk sampah.
“Tahun 2018 Pemkab Bogor memiliki 181 unit truk sampah dan di tahun ini kami mendapatkan 65 bang sampah, ini belum idealnya 10.000 jiwa warga memilikib1 truk sampah atau 580 unit truk sampah karena jumlah penduduk kita mencapai 5,8 juta jiwa,” tandasnya. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















