
program bantuan ini bisa segera mendorong para KPM untuk dapat menjadi keluarga mandiri. “Tahun 2018 kami telah berhasil mencetak 600 ribu KPM mandiri. Mereka saat ini sudah memulai usahanya masing masing,” terangnya.
Berkaitan dengan KPM Mandiri Agus menjelaskan, pihaknya menargetkan sebanyak 800 ribu KPM bisa lulus menjadi KPM mandiri di tahun 2019. Dirinya sadar, bahwa diluar sana masih banyak warga yang mempunyai hak untuk mendapatkan sentuhan perlindungan sosial melalui program PKH.
“Karena anggaran dari pemerintah tidak bisa menyentih semuanya. Harus ada tahapan, semakin cepat kita membentuk KPM mandiri, maka semakin cepat mereka yang mengantri akan masuk program PKH dan BPNT ini,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan bahwa kualitas keluarga sangat menentukan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Artinya keluarga-keluarga yang berkualitas merupakan fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang sejahtera, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan keluarga harus menjasi prioritas program.
“Sasarannya terutama adalah keluarga-keluarga yang hingga saat ini masih tergolong keluarga sangat miskin,” katanya.
Wabup juga menyampaikan bahwa program keluarga harapan di Kabupaten Bogor telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan hingga tahun 2019 telah mampu menjangkay 40 Kecamatan, 434 Desa/Kelurahan dengan jumlah keluarga penerima manfaat sampai tahun 2019 sebanyak 134.558.
“Pengembangan program keluarga harapan telah berhasil mendorong perubahan sikap mental dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga sasaran, terbukti setelah beberapa tahun menerima bantuan untuk meringankan beban keluarga di bidang kesehatan dan pendidikan,” pungkasnya. (Firdaus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















