
Usai letusan itu, tim BPBD, TNI dan Polri hingga tim relawan langsung bergerak ke sejumlah desa membagi-bagikan masker untuk warga. Penyiraman abu vulkanik dengan bantuan mobil pemadam kebakaran juga dilakukan.
Selain itu, water cannon Polres Karo juga bergerak ke Desa Naman Teran untuk melakukan penyiraman jalan.
“Kami juga sudah melakukan penyiraman di beberapa titik. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk mencari informasi dari sumber-sumber terpercaya,” ujarnya.
Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 7.000 meter di atas puncak (± 9.460 meter di atas permukaan laut). Letusan itu tercatat paling tinggi sejak status Sinabung telah diturunkan dari Awas (level IV) menjadi level Siaga (level III) pada Senin (20/5/2019) lalu.
Kali ini, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 9 menit 17 detik. Terjadi awan panas ke arah tenggara 3,5 km dan selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Sinabung. (Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















