Kota Bogor Raih Empat Penghargaan Pada Puncak Peringatan Harkopnas Ke-72

Jumlah anggota koperasi dari 120.450 orang pada 2017 menjadi 150.045 orang pada 2018. Jumlah modal koperasi dari Rp 3 triliun (2017) menjadi Rp 3,5 triliun (2018). Jumlah volume usaha dari Rp 5,6 triliun (2017) menjadi Rp 7,6 triliun (2018). Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah karyawan koperasi di Kota Bogor mencapai 33.764 orang pada 2018 dari sebelumnya 29.457 (2017).

Untuk sektor UMKM, lanjut Anas, jumlah pelaku usaha meningkat dari 20.674 (2017) menjadi 23.706 pada 2018. “Secara keseluruhan jumlah omzet pada usaha mikro Rp 50 miliar, usaha kecil Rp 299 miliar dan usaha menengah Rp 2 triliun,” kata Anas.

Segala pencapaian tersebut, berdasarkan data Bappeda Kota Bogor, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dari Rp 483 miliar (2014) menjadi Rp 877 miliar (2018). Laju Pertumbuhan Ekonomi 5,97 persen (2014) menjadi 6,48 persen (2018). Tingkat Pengangguran Terbuka 9,48 persen (2014) menjadi 9,28 persen (2018).

BACA JUGA :  Safari Jurnalis PWI Kabupaten Bogor Sambangi Sukajaya, Perkuat Sinergi Pers dan Masyarakat

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2014 hanya 73,1 menjadi 75,59 pada 2018. Indeks Gini Ratio 0,36 (2014) menjadi 0,41 (2018). Juga pada Persentase Kemiskinan pada 2014 sekitar 7,74 persen menjadi pada 5,93 persen.

“Penghargaan ini menjadi stimulus kami untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik lagi. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan membuat konsorsium dengan beberapa pihak, diantaranya dengan PHRI, kita menginginkan UMKM di Kota Bogor ini menjadi pemasok, bukan lagi sekedar pojok UKM di hotel-hotel. Kalau pemasok pasti dibeli,” jelasnya.

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

“Kedua, kita dengan beberapa koperasi dan UMKM akan membuat konsorsium di mana UMKM itu menjadikan koperasi sebagai salah satu sumber pasar. Dan koperasi menjadikan UMKM itu menjadi sumber anggota. Karena koperasi yang anggotanya UMKM akan memudahkan mencari permodalan. Ketiga kita sudah buka kerjasama dengan Made In Indonesia, agar mampu menjadikan produk UMKM mendapatkan pasar global melalui marketplace dan medsos. Mereka nanti buat pelatihan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM,” pungkasnya. (Adit)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================