Surabaya Today – Tim basket profesional CLS Knights memilih vakum dari kompetisi profesional musim 2019-2020.

 Langkah ini diambil menyusul mundurnya Managing partner CLS Knights Indonesia, Christopher “Itop” Tanuwidjaja.

 Itop mengaku tidak memiliki tanggungan karena kontrak pemain habis tahun ini atau tahun kedua musim kompetisi ASEAN Basketball League (ABL).

“Awal 2017, atau saat main di ABL, kami seragamkan semua kontrak pemain sampai musim kedua tahun ini,” kata Itop di GOR Kertajaya, Rabu (18/9/2019) malam.

Baca Juga :  Melalui Optimalisasi Cakupan Imunisasi Lengkap, Pemkab Bogor Cegah Terjadinya Kasus KLB Campak di Tahun 2023

Praktis, dengan berakhirnya musim kompetisi, tidak ada lagi sisa kontrak pemain.

Pada kompetisi ABL musim 2018-2019, klub dengan identitas warna ungu ini meraih gelar juara mewakili Indonesia.

Namun pada kompetisi tahun berikutnya, mereka memilih vakum dari kompetisi.

Laman resmi ABL telah mengumumkan kehadiran tim Taiwan, Fuson Braves, sebagai pengganti CLS Knights pada kompetisi musim 2019-2020.

Dikutup dari Kompas.com, Itop mengungkap alasannya mundur dari manajer tim profesional basket Indonesia. Ingin punya banyak waktu bersama keluarga menjadi salah satu alasanya.

Baca Juga :  Ternyata Ini Dia 4 Manfaat Dlingo yang Baik untuk Kesehatan

“Saya ingin berada di samping anak-anak saya saat mereka sedang tumbuh. Tidak terasa anak-anak saya sudah besar. Mengurus basket profesional sangat menyita waktu saya dengan keluarga,” ungkapnya.

Selain berhasil membawa CLS Knights menjadi juara ABL musim 2018-2019, Itop juga tercatat berhasil membawa CLS Knights mencicipi gelar juara Indonesian Basketball League (IBL) pada 2016. (Net)