
Dalam pertemuan itu, kata Mashuri, Djagal menyebut nama mantan Rektor UGM yang kini menjabat Mensesneg, Pratikno, mendesak pimpinan UGM agar membatalkan acara tersebut.
Dikuti[ dari Detik.com, tak cuma itu, Mashuri juga mengatakan bahwa saat itu Djagal juga mengatakan ada desakan dari forum alumni UGM agar acara yang direncanakan pada 12 Oktober tersebut dibatalkan.
Atas adanya informasi tersebut, Iva mengaku tidak tahu menahu. “Saya tidak bisa berkomentar karena memang nggak tahu,” ujarnya.
“Jadi saya benar-benar tidak berada di ruangan itu. Bagaimana pembicaranya (di antara empat orang), dua takmir lalu Pak Djagal dan Pak Bambang, apa yang terjadi di dalam ruangan itu kan saya juga tidak tahu,” kilah Iva.
Sedangkan Djagal Wiseso Marsono saat dikonfirmasi detikcom, enggan memberikan jawaban. Dia sama sekali tidak bersedia dikutip pernyataannya terkait pengakuan Takmir Masjid Kampus UGM tersebut. (Carfine/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















