
CIBINONG TODAY – Dengan penuh harapan Ibu Esti Lestari dengan membawa anaknya (korban, red) sebut saja Bunga mendatangi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor di Jalan Bersih, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor dengan nomor pelaporan 167/STTPP/P2TP2A-W.M/X/19.
Kedatangan Esti ke kantor tersebut untuk meminta keadilan, karena sang anak mengaku menjadi korban pelecehan oleh pelaku berinisial E.
Usai melapor, Esti dan korban (Bunga, bukan nama sebenarnya) mendatangi Kantor PWI Kabupaten Bogor mengadukan nasib keluarganya.
“Kami sudah melapor ke kantor P2TP2A, karena sebelumnya kami melapor ke pihak kepolisian, namun ditolak, karena tidak cukup bukti,†tutur Esti bercerita kepada sejumlah wartawan sambil meneteskan air mata di Kantor PWI Kabupaten Bogor, Kamis (31/10/2019).
Esti Lestari, warga Ciomas Kabupaten Bogor bercerita asal muasal malam kejadian sebelum Bunga yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SLTA digagahi pelaku pada April 2019 lalu. Berawal dari perkenalan kakak pelaku (perempuan, red) yang juga pacar kakak bunga (korban) yang sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu.
“Kakak pelaku yang perempuan itu pacarnya anak saya yang sudah meninggal. Terus adik perempuan pacar anak saya yang udah meninggal itu, (pelaku, red) menjalin silaturahmi baik ke saya maupun ke korban,†tutur Esti.
Di malam sebelum kejadian, Bunga yang baru saja berumur 17 tahun diajak pelaku E jalan-jalan dan berlanjut menonton film di sebuah mall di Kota Bogor.
Pelaku E mengajak Bunga untuk pulang ke rumah pelaku di kawasan Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, dalam kondisi hujan dan rumah sedang sepi.
“Awalnya saya nunggu di dalam mobil, namun saya dipaksa turun dan disuruh masuk kerumah. Setelah di dalam rumah dia mengunci pintu rumah. Saya bertanya kenapa pintunya di kunci,†tutur Bunga.
Bunga pun tak menyangka, E pria yang dikenalnya baik itu, tiba-tiba bersikap buruk dan memaksa korban untuk melayani nafsu bejadnya.
“Saya didorong E dan dipaksa berhubungan badan. Saya menolak dan berusaha berontak, namun karena saya perempuan badan saya juga kecil, saya tidak mampu dan tidak berdaya untuk melawannya,†ungkap Bunga sambil menunduk sedih.
Tidak hanya sampai disitu, selang beberapa waktu, entah setan apa yang merasuki E, pelaku pun kembali menggagahi tubuh mungil Bunga yang masih belia itu dengan penuh nafsu.
“Saya kembali berusaha melawan tapi dia terus melancarkan aksinya dan sambil berkata, bahwa dia siap tanggungjawab dan akan menikahi saya ketika saya sudah lulus sekolah,†kata gadis cantik berkerudung itu.
Awalnya, Bunga percaya atas janji manis yang diungkapkan E saat menyetubuhi Bunga. Alhasil, janji saat di atas puser berbanding terbalik dengan kenyataan. Bunga pun harus menelan pil pahit, karena mendapat kabar jikalau E akan menikahi gadis lain.
“Saat itu anak saya (korban) nangis dan menjerit-jerit mendengar kabar itu. Saya bertanya, kenapa kamu menangis, orang mau menikah kok ditangisi,†sambung Esti.
Awalnya, kata Esti, Bunga tidak mengaku apa yang telah terjadi pada Bunga sehingga tidak terima mendengar E (pelaku) akan menikah dengan wanita lain. Esti pun terus mendesak Bunga agar mengaku dan menceritakan sejujurnya apa yang terjadi.
“Setelah dia (korban) bercerita sejujurnya apa yang terjadi pada anak saya. Saya langsung shok dan tak bisa berkata apa-apa. Saya tidak menyangka dan sama sekali tidak menaruh curiga kepada pelaku yang selama ini bersikap baik terhadap saya. Ternyata akhlak E sangat bejad berani melakukan itu (pelecehan) kepada anak saya,†ujar Esti.
Niat Esti dan keluarga sudah bulat melaporkan E ke pihak berwajib, karena telah melakukan pelecehan dan tidak bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya terhadap Bunga.
“Untuk itu, saya mau meminta keadilan. Anak saya sudah menjadi korban dan pelakunya malah enak-enakan mau nikah dengan perempuan lain. Terus, bagaimana nasib masa depan anak saya,†pungkansya. (Iman R Hakim)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














