
“Kalau dilihat level rasio kita dibandingkan Filipina dan negara advance yang bahkan mencapai 100% rasionya terhadap GDP, ekstremnya seperti Jepang bisa mencapai 200%, 113% seperti Singapura, dan negara Malaysia sekalipun juga mengalami rasio utang di atas 50% dari ekonominya,” tambahnya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengungkapkan bahwa Pemerintah akan tetap menerapkan pengelolaan pembiayaan pada tahun 2020 tetap pada prinsip kehati-hatian. Meskipun ada pelebaran rasio defisit anggaran dari yang dipasang pada APBN.
“Arah kebijakan pembiayaan utang tahun 2020 sesuai desain APBN kita, kita tetap menjaga prinsip kehati-hatian, kita tetap jaga agar efisiensi biaya utang tetap bisa dikendalikan sesuai tren secara internasional dan advantage ekonomi kita sendiri,” ungkap dia.
Dapat diketahui, total utang pemerintah per Agustus 2019 tercatat sebesar Rp 4.680,19 triliun, bandingkan dengan Juli 2019 sebesar Rp 4.603 triliun. Utang itu tercatat naik sekitar secara bulanan Rp 77,19 triliun. Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu naik Rp 317 triliun. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















