
“Kalau mata air tentu kualitas relatif lebih baik, tapi sumber air dari sungai atau aliran permukaan ini yang perlu dilakukan peningkatan dari prosesnya atau IPA-nya sendiri dan juga dari PIPA-nya. Kemudian kedepan bukan hanya air bersih saja, tetapi harus bisa menjadi air minum,†tambahnya.
Selanjutnya, Kepala Pusat Air Tanah Air Baku Dirjen Sumber Daya Air, Iriandi Aswartika mengatakan bahwa pihaknya hanya menyediakan air baku atau mencari air yang kemudian dibawa ke reservoir. Selain itu dilihat juga dari segi permintaannya yang kemudian disesuaikan dengan penyediaan air.
“Seberapa besar air baku yang ada, yang harus kita identifikasi kemudian kita investasikan sejauh mana air baku ini bisa kita dorong kita manfaatkan agar bisa menjadi air bersih kemudian menjadi air minum,†katanya.
Iapun menilai dengan sinkronisasi yang saat ini dilakukan merupakan hal positif, sebab bisa bertemu secara triparkit antara Kementerian dengan Pemerintah Daerah dan PDAM selaka pengguna.
“Tentunya sinkronisasi seperti hari ini yang kita lakukan bersama, merupakan hal positif, karena kita bisa bertemu secara triparkit antara Kementrian kemudian dengan Pemerintah Kota dan PDAM selaku pengguna, kita sangat mendukung,†pungkasnya. (Adit)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















