Ilmuwan Disabilitas yang Menginspirasi Dunia, Stephen Hawking

“Hawking barangkali adalah orang paling terkenal yang menyandang disabilitas dan keadaan itu membuat kejeniusannya menjadi seolah hal yang normal. Disabilitas Hawking itu mendorong masyarakat tidak hanya melihat tubuh yang terperangkap,” ujar Steve Bell dari asosiasi pengidap penyakit motor neuron.

Bell juga mengatakan, pandangan publik terhadap penyandang disabilitas pun benar-benar berubah berkat Hawking.

Kehidupan Hawking memang menakjubkan. Dia bertahan hidup lima dekade lebih lama dari prediksi dokter. Pengindap penyakit motor neuron biasanya meninggal tak lama setelah diagnosa dokter.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Minta Sekolah Tak Pungut Iuran Perpisahan dan Study Tour

Hawking merupakan ahli teori fisika. Laboratoriumnya berada dalam pikiriannya sendiri, sementara peralatan yang digunakannya adalah matematika.

Hawking dapat mengejar karier yang mungkin sukar dijalankan ilmuwan ilmu pengetahuan lain atau bahkan orang-orang dari profesi lain.

Nasihat Hawking

Kemudian, pertanyaan lain pun menyeruak.

“Apa yang akan terjadi pada Hawking jika ia menyandang disabilitas itu sejak lahir, bukan kala ia menuntaskan pendidikan di Universitas Oxford?”

Kini pengangguran disabilitas berjumlah dua kali lipat dibandingkan orang tanpa kekurangan fisik.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Hawking pernah berkata, kelompok disabilitas sepatutnya memang fokus pada hal-hal yang dapat dicapai, bukan sebaliknya.

“Nasihat saya bagi para penyandang disabilitas, berkonsentrasilah pada hal yang tidak terhalang kekurangan fisikmu,” ucap Hawking.

“Jangan menyesali hambatan yang ada. Anda tidak boleh kekurangan semangat, seperti anda kekurangan secara fisik,” kata Hawking suatu kali kepada New York Times. (Amanda/PKL/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================