Terkait Teror Bom Medan, Kominfo Beri Imbauan ke Grab-Gojek

JAKARTA TODAY  — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta dua perusahaan transportasi online, Gojek dan Grab untuk memperketat proses validasi driver usai aksi teror bom di Medan yang mana pelaku memakai jaket milik Grab.

Menurut Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu hal ini diungkap Menkominfo Johnny G. Plate saat bertemu dengan Co-founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi dan Presiden Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata pekan lalu, di kantor Kemenkominfo, Jakarta.

BACA JUGA :  Jalan Kaki di Treadmill atau di Luar Ruangan, Mana yang Lebih Efektif?

“Pak Menteri berbicara kepada Gojek dan Grab, mohon makin diperketat [… proses] validasi mitranya termasuk instrumen-instrumen yang dipakai seperti helm dan jaket. Supaya jangan ada lagi tindakan pemboman,” kata pria yang kerap disapa Nando ini kepada awak media di Bogor, Jawa Barat, Senin (25/11).

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Kini Dibanderol Rp2,625 Juta per Gram

Nando juga mengatakan bahwa Grab menyebut pelaku bukan bagian dari mitra pengemudi mereka.

“Grab sampaikan bahwa itu bukan mitranya. Jadi pakai jaketnya saja,” tuturnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================