Hasil Sidak, Komisi III Temukan Tiang Pancang Proyek Taman Situ Cibinong Plaza Miring

CIBINONG TODAY – Kondisi bangunan yang tidak presisi di proyek pekerjaan Taman Situ Cibinong Plaza, disorot Komisi III DPRD Kabupaten Bogor. Sore tadi, para wakil rakyat itu melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek senilai Rp7,225 miliar tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengaku mendapati sejumlah tiang pancang dalam kondisi tak terpasang sempurna atau miring. Berdasarkan pantauannya, ia pun menyebut taman yang dibangun di atas danau itu, konstruksinya tidak sesuai dengan apa yang digambarkan dalam Detail Engineering Design (DED).

“Memang kadang-kadang DED-nya tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan, makanya kita harapkan jangan sampai ada yang begitu lagi,” tegas Sastra ditemui wartawan di lokasi, Selasa (10/12/2019).

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Ia pun meminta PT Sinar Cempaka Raya sebagai pihak kontraktor agar membuat konstruksi proyek taman terbuka hijau itu tetap kuat, meski menurut dia pemasangan tiang pancangnya tidak sesuai dengan pemasangan ideal.

“Tadi dia bilang sudah diuji, yakin kuat. Makanya nanti kita lihat saja. Sekarang progresnya sudah 82 persen, sisa waktu pengerjaannya 12 hari lagi, mudah-mudahan selesai,” ungkap Politisi Gerindra itu.

Di lokasi yang sama, Pelaksana Harian PT Sinar Cempaka Raya, Dody Setiawan tak menampik bahwa pemasangan tiang pancang yang pihaknya kerjakan tidak sesuai dengan perencanaan. Hal itu menjadi musabab beberapa tiang pancang terpasang miring.

Menurutnya, dalam DED tertera bahwa tanah di lokasi pembangunan bisa ditancapi tiang pancang hingga kedalaman 8 meter. Tapi, pada kenyataannya sebanyak 132 unit tiang pancang itu hanya bisa ditancapi dengan kedalaman 2,5 meter.

BACA JUGA :  PNM Peduli Hijaukan Sukasari Kota Bogor Lewat Aksi Tanam Pohon Masif

“Kita tes, kedalaman tanah hanya 2,5 meter sudah mentok. Jadi terpasang miring (tiang pancangnya), kalau dipaksakan ke dalam lagi sudah tidak bisa,” sebut Dody.

Karena kondisi itu, ia mengaku terpaksa memangkaspanjang tiang pancang yang semestinya 12 meter, masing-masing menjadi 4 meter. Sepanjang, 2,5 meter tertancap dalam tanah, sedangkan sisanya 1,5 meter di atas tanah permukaan danau.

“Panjang tiang pancangnya jadi 4 meter. Kelebihan biayanya kita alihkan ke pembangunan turap-turap di sekeliling danau ini. Karena pinggirannya tanah,” jelas Dody. (Firdaus)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================