
Lanjutnya, pengahapusan UN tersebut karena ada beberapa alasan, salah satunya terkait dengan materi yang ada pada saat UN.
“Pertama, berdasarkan survei dan diskusi dari berbagai macam orangtua, siswa, guru dan kepala sekolah juga. Materi UN itu yang terlalu padat sehingga cenderung fokusnya adalah mengajarkan materi dan menghafal materi saja bukan menguji kompetensi,” kata mantan CEO Gojek tersebut.
Kedua, UN saat ini kerap dijadikan sebagai beban yang bisa membuat siswa, orang tua dan guru menjadi stres dalam menghadapinya.
“Padahal maksudnya UN adalah untuk penilaian sistem pendidikan. Yakni sekolahnya maupun geografi maupun sistem pendidikannya secara nasional,” tutur Nadiem.
Nadiem juga menilai jika UN saat ini hanya menilai satu aspek saja, yakni dari sisi kognitifnya saja. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















