
“Jika pedagang tidak setuju untuk menguji permata di laboratorium maka Anda tahu mereka tidak jujur, dan Anda bisa pindah ke toko lain. Setiap pedagang yang jujur akan dengan senang hati menguji permatanya jika Anda seorang pembeli serius.”
Thanachakaphad mengakui tes laboratorium menghabiskan waktu, terutama bagi turis yang sedang berkunjung dalam waktu singkat.
Jika waktu adalah masalahnya, maka pembeli yang berencana membawa pulang batu permata mahal harus menyewa konsultan dari laboratorium untuk memberikan saran di tempat.
Thanachakaphad mengatakan ada beberapa cara untuk menghindari batu permata palsu:
1. Pelajari bahasa khusus dalam jual beli batu permata. Jika penjual tidak mengerti, bisa jadi ia penipu.
2. Batu permata palsu sering memiliki bayangan (garis ganda) di sepanjang tiap potongannya. Batu permata asli tidak.
Saat menilai berlian, warna batu asli harus lebih kuat saat Anda melihatnya dari belakang. Berlian palsu cenderung memiliki warna lebih cerah ketika Anda melihatnya dari depan.
3. Toko permata yang meragukan sering memiliki jenis produk yang sangat banyak, mencoba mengalihkan perhatian pembeli dengan ragamnya. Toko yang terpercaya biasanya memiliki jenis produk yang lebih sedikit.
4. Hindari datang ke toko batu permata yang direkomendasikan oleh pemandu wisata atau sopir taksi. Orang-orang ini biasanya mendapat komisi besar untuk membawa turis ke tokonya.
5. Jika ingin berbelanja permata sendiri, pastikan mengunjungi beberapa toko yang berbeda untuk membandingkan harga dan juga untuk mencatat perilaku dan taktik penjualan staf di setiap toko.
Anda akan mulai mengidentifikasi pola perilaku, yang akan membantu Anda menghindari penipuan.
6. Sebelum Anda melancong untuk berburu batu permata, baca ulasan toko online untuk menemukan pedagang yang dianggap terbaik.
Jika ragu, pilih toko yang dikelola oleh ahli gemologi terlatih dengan kualifikasi dari GIA atau lembaga terkenal lainnya. Mintalah untuk melihat kualifikasi mereka. Seperti yang dikutip CNN.Indonesia. (Viana/Pkl/Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















