BOGORTODAY.COM – Di antara para sahabat Rasulullah SAW, nama Abu Ubaidah bin Al-Jarrah menempati posisi yang istimewa. Ia termasuk golongan As-Sabiqun Al-Awwalun, yakni orang-orang yang pertama memeluk Islam, serta dikenal karena kejujuran, amanah, dan pengabdiannya kepada agama.
Kepribadiannya yang luhur membuat Rasulullah SAW memberikan gelar Aminul Ummah, yang berarti sosok paling terpercaya di kalangan umat Islam. Gelar tersebut menjadi bukti besarnya kepercayaan Nabi kepada Abu Ubaidah dalam menjalankan berbagai amanah.
Masuk Islam pada Masa Awal Dakwah
Abu Ubaidah memiliki nama lengkap Amir bin Abdullah bin Al-Jarrah Al-Fihri Al-Quraisy. Ia berasal dari suku Quraisy dan lahir di Makkah sekitar tahun 583 M.
Sebelum memeluk Islam, Abu Ubaidah telah dikenal sebagai pribadi yang jujur, santun, dan memiliki akhlak yang baik. Ketika Rasulullah SAW mulai berdakwah secara sembunyi-sembunyi, ia menerima ajakan Islam melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq dan segera menyatakan keimanannya.
Setelah hijrah ke Madinah, Abu Ubaidah ikut membangun masyarakat Islam bersama Rasulullah SAW. Meski memiliki kedudukan penting, ia menjalani kehidupan dengan sederhana dan tidak pernah mengejar kemewahan.
Mendapat Gelar “Aminul Ummah”
Kejujuran dan sifat amanah Abu Ubaidah diabadikan dalam sabda Rasulullah SAW.
“Sesungguhnya setiap umat memiliki seorang yang terpercaya. Orang yang paling terpercaya di kalangan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar gelar Aminul Ummah yang melekat pada dirinya hingga kini.
Dalam riwayat lain dari Amr bin Al-Ash, Rasulullah SAW juga menyebut Abu Ubaidah sebagai salah satu sahabat yang paling beliau cintai setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Khalifah Umar bin Khattab bahkan pernah mengungkapkan kekagumannya kepada Abu Ubaidah. Umar berharap memiliki banyak orang dengan karakter seperti dirinya karena dinilai jujur, rendah hati, dan dapat dipercaya.
Keteguhan dalam Perang Badar
Abu Ubaidah turut berjuang dalam Perang Badar, pertempuran besar pertama antara kaum Muslim dan kaum Quraisy.
Dalam peperangan itu, ia menghadapi ujian yang sangat berat karena ayah kandungnya berada di pihak musuh. Sang ayah terus berusaha menyerangnya di medan perang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















