
juga akan menyuguhkan konsep kekinian namun timeless. Karya seni yang ditampilkan bakal menceritakan apa yang terjadi di masa kini dan memprediksi yang akan terjadi di tahun mendatang. Ini adalah karya dari sembilan seniman dengan 19 karya seni eksperimental yang bakal memuaskan dahaga pecinta seni Tanah Air. “Ada tiga fase yang kami buat untuk konsep Wave of Tomorrow 2019 yaitu Legacy, Now, dan Tomorrow. Selama ini kan anak-anak kalau ngomongin soal masa lalu dianggap kuno. Kami mau mengubah dan mengingatkan pentingnya menghargai masa lalu,” ungkap Mona.
Pada bagian Legacy, pengunjung akan menemui karya dari Maika dan Farhanaz Rupaidha. Maika berbicara soal warisan Borobudur yang menjadi kekayaan Indonesia dan Farhanaz soal Majapahit. Pada scene Now, Wave of Tomorrow 2019 menantang isu-isu terkini yang ada. Misalnya Notanlab yang menyentil isu tentang gadget atau telepon seluler. Dan yang terakhir pada bagian Tomorrow, seluruh seniman menulis ulang yang terjadi dalam sejarah namun bisa dibilang sebagai hal yang memprediksi masa depan. Seniman Tundra asal Rusia dan Ouchh asal Istanbul, Turki, salah satu yang mewakili di bagian Tomorrow.
Wave of Tomorrow kali ini menampilkan sederet seniman seperti Rubi Roesli, Sembilan Matahari, Kinara Dharma x Modulight, Maika, U Visual, Ricky Janitra, Motionbeast, Notanlab, Farhanaz Rupaidha, serta seniman mancanegara yaitu Nonotak, Tundra, Ouchhh, dan Jakob Steensen. Seperti yang dikutip oleh SINDO NEWS. (MUTIARA/PKL/NET).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















