Serangan Siber 2020 Makin Ngeri, Menggunakan Kecerdasan Buatan

Di video itu, seseorang bisa dibuat mengatakan sesuatu yang tidak ia katakan. Semua ini dikembangkan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelegence/ AI).

“Salah satu hasilnya adalah video hoax yang secara kasat mata sulit sekali dibedakan mana asli mana hoax. Ini harus diwaspadai sejak dini, karena rawan memecah belah masyarakat bawah,” tegas Pratama.

Minimnya edukasi kepada masyarakat juga berkaitan dengan tingginya peretasan phising yang dibungkus melalui rekayasa sosial. Kaspersky menyatakan bahwa ada 14 juta upaya phising hanya di Asia Tenggara sepanjang paruh pertama 2019.

Pratama mengatakan semakin banyak orang sadar celah keamanan tidak selalu soal sistem pada web, aplikasi dan jaringan. Makin banyak yang menyadari bahwa manipulasi bisa juga dilakukan lewat korban yang minim pengetahuan teknologi informatika.

Celah keamanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah meminta OTP melalui SMS maupun telepon. Praktek ini merupakan praktek rekayasa sosial yang sudah sering dilakukan pelaku kejahatan dengan berbagai modus operasi.

Pratama kemudian mencotohkan kasus Gopay Maia Estianty yang mengalami serangan siber akibat bobolnya OTP.

“Baik pihak perbankan, marketplace dan siapapun yang berbisnis dengan internet serta aplikasi harus memperhatikan ini. Aspek penguatan keamanan siber tidak hanya di teknis, namun juga edukasi ke masyarakat, sehingga memperkecil peluang penipuan,” kata Pratama.

Pratama mengatakan dari sisi SDM, Indonesia harus berbenah diri untuk siap menghadapi ancaman siber dan digitalisasi. SDM di Indonesia saaat ini dianggap kurang siap menghadapi ancaman siber dan digitalisasi.

“Pemerintah cukup menyadari ini dengan mengadakan Digital Talent 2019 yang salah satunya memperbanyak SDM dengan kemampuan di bidang siber, salah satunya adalah keamanan siber,” tutur Pratama. Seperti yang dikutip oleh CNN Indonesia (Anata/pkl/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================