Di Bandara Kualanamu Akan pasang Alat Deteksi Banjir

SURABAYA TODAY – Bandara Kualanamu di Deliserdang, Sumatera Utara akan dipasang alat deteksi banjir oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Transportasi Udara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan.

Selain itu akan dipasang juga di  Bandara Cengkareng (Soekarno-Hatta), Halim Perdanakusuma, Bandara Juanda, Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan Bandara Sultan Hassanuddin.

Pemasangan alat itu sebagai upaya keselamatan transportasi udara di berbagai bandara di Indonesia. Alat ini merupakan hasil kerjasama penelitian antara Puslitbang dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Alat yang bernama Standing Water Detector (SWD) dan Wind Shear Detector (WSD) tersebut akan dilakukan uji operasional di enam bandara yang ada di Indonesia.

Ketua Tim Peneliti ITS Dr Melania Suweni Muntini MT mengatakan, dari sekitar 300 bandara di Indonesia belum ada yang dipasang detektor genangan air di landasan pacu. Padahal, menurut ICAO, genangan air tertinggi adalah 4 mm dan tidak boleh lebih dari 25% di area runway yang tergenang.

BACA JUGA :  Gandeng Jakarta Bartender Club, STP Bogor Gelar 'Signature Session 2026' untuk Kupas Seni di Balik Bar

“Ketika musim hujan seperti ini dan landasan pacu di bandara tergenang air, maka tidak ada informasi yang valid kepada pilot tentang seberapa tinggi genangan airnya, untuk mempertimbangkan bisa mendarat atau tidaknya pesawat di bandara tersebut,” kata Melania, Kamis (16/1/2020).

Seperti dikutip dari sindonews, Dia menjelaskan, angin di sekitar bandara terkadang juga berpotensi menimbulkan adanya angin samping atau wind shear. Apabila arah dan besar angin muncul dari berbagai arah dengan kecepatan tinggi, maka akan menimbulkan kondisi yang berpotensi munculnya angin samping tersebut.

BACA JUGA :  Tragedi di Jasinga, Wabup Bogor Minta Kasus Dugaan Gigitan Anjing Diusut Transparan

Kepala Puslitbang Transportasi Udara Capt Novyanto Widadi SAP MM dalam kunjungannya ke ITS beberapa waktu lalu menuturkan, rencana implementasi hasil penelitian dengan ITS ini menjadi urgent setelah permasalahan tergenangnya Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, awal tahun ini.

Bandara yang menjadi pintu gerbang bagi para tamu negara tersebut tergenang air akibat curah hujan yang lebat.

Penelitian yang dilakukan Melania beserta timnya di Laboratorium Instrumentasi, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini sudah dirancang kurang lebih selama dua tahun. Uji fungsional sudah dilakukan dan berhasil dengan baik, sekarang ini sedang dalam tahap sertifikasi.(Dena/PKL/net)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================