
Menepuk kepala
Seorang penyandang disabilitas tidak mengharapkan ikatan atau pelukan emosional. Bukan juga tepukan di kepala. Seseorang harus sadar, bahwa melakukan kontak yang berlebihan itu tidak baik.
Raya menambahkan, rekannya pernah bertemu dengan seseorang yang menepuk kepala. Hal ini dirasa penting sebagai tanda perpisahan bagi penepuk itu. Padahal, seseorang dengan disabilitas sama sekali tidak membutuhkannya. Mereka bukanlah anak kecil.
Tidak bicara secara langsung
Orang-orang tidak boleh mengabaikan penyandang disabilitas dengan lebih memilih berbicara pada temannya terlebih dahulu. Beberapa orang dengan disabilitas merasa tidak nyaman dengan orang asing yang bertanya pada teman, keluarga, atau pengurus yang terlihat non-disabilitas mengenai penyandang disabilitas yang ditemaninya.
Padahal, orang-orang asing itu bisa langsung bertanya pada orang bersangkutan. Teman Raya sempat mengalami hal serupa. Teman yang menggunakan kursi roda bertanya pada seorang pria, namun pria itu malah menjawabnya melalui perawat pengguna kursi roda tersebut.
Jangan bertanya penyebab disabilitas
Rasa penasaran memang selalu ada dalam diri manusia. Namun, bertanya tentang penyebab disabilitas seseorang yang tidak dikenal bukanlah hal baik.
Pengetahuan mengenai disabilitas memang penting, namun harus melihat juga waktu, tempat, serta orang yang ditanya. Penyandang disabilitas juga dapat membedakan mana yang mengumpulkan informasi untuk kepentingan pengetahuan dan mana yang bertanya hanya untuk memuaskan rasa penasaran. (Amanda/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













