
Lebih jauh dia mengatakan, sejauh ini PSP telah merajut dan memperjumpakan para pegiat media Islam berbasis pesantren serta 880 kiai muda, para putra-putri kiai, para ning dan santriwan-santriwati dari 440 pesantren di berbagai daerah.
“Dengan gerakan literasi digital ini, dirinya berharap akan terbangun budaya bijak bermedsos di kalangan santri, membendung viralnya berita hoaks, ujaran kebencian, benih radikalisme, dan fanatisme agama, ras, dan golongan yang berpotensi mempertajam polarisasi di masyarakat, serta terampil memproduksi dan mendistribusikan konten-konten positif yang lahir dari kalangan santri,†bebernya.
Menurutnya, dengan halaqah pesantren ini telah melahirkan sebuah keluarga baru, sebuah persaudaraan baru yang kokoh, saling bekerjasama melakukan kerja-kerja kebaikan, terus sama-sama bekerja melahirkan inisiatif-inisiatif dan kerja-kerja kreatif, saling menginspirasi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman berharga dan tentu saja saling merindukan satu sama lain.
“Perjalanan ini tentu saja merupakan perjalanan berharga yang bersejarah dan menyejarah bagi kami semua. Saya bersama tim yang saya anggap sebagai adik-adik saya sendiri sangat terharu dan semakin bersemangat bergerak ketika gerakan PSP ini diapresiasi sebagai salah satu gerakan penting yang menggerakkan dan mengonsolidasikan simpul-simpul pesantren di Indonesia. Semoga Allah meridhoi langkah kami Keluarga Besar PSP,†harapnya. (Dei)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















