Kebiasaan Sehari-hari Bisa Picu Nyeri Sendi, Awas

Posisi tidur yang salah juga menyumbang nyeri di leher atau bagian bahu dan punggung, misalnya ketika pemilihan bantal kurang tepat. “Posisi bantal jangan terlalu tinggi atau rendah, harus tersangga dengan benar,” katanya. Menyadari nyeri bukan perkara ringan, PT Waskita Karya mengadakan CSR, salah satunya pengobatan nyeri, di samping sunatan massal dan operasi katarak.

Kegiatan itu dilakukan di lima kota,yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta, dan Bandung, dengan melibatkan total peserta 3.000 orang. “Ini tahun kelima kami melaksanakan CSR. Kami berharap pada tahun-tahun mendatang kegiatan ini terus berlanjut,” ujar Director of Operations I PT Waskita Karya (Persero) Tbk Didit Oemar Prihadi pada pelaksanaan CSR di Lamina Pain and Spine Center beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :  Kehabisan Obat, ODGJ di Cariu Bacok Tetangga

Didit menjelaskan, pihaknya memilih CSR tersebut untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan, khususnya anak-anak dan lanjut usia. “Sunat diikuti peserta anak-anak. Operasi katarak dan pengobatan nyeri umumnya diikuti kaum lansia, walau kami juga tidak menutup kesempatan bagi pasien yang lebih muda untuk ikut serta,” katanya.

Lebih jauh, nyeri sendi juga bisa disebabkan kecelakaan. Seseorang yang kecelakaan di usia muda dapat menyebabkan nyeri dikemudian hari. “Saya pernah punya pasien usia 21 tahun sudah saraf kejepit karena pernah jatuh waktu lima tahun lalu,” kata dr Victorio. Pada kesempatan terpisah, pakar nyeri dari Lamina Pain and Spine Center dr Mahdian Nur Nasution SpBS mengatakan, nyeri leher adalah salah satu jenis nyeri tulang punggung yang paling mengganggu dan bisa membatasi mobilitas pengidapnya. (Sri Noviarni), seperti yang dikutip dari sindonews.com, (Selvi/PKL/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================