
Ada beberapa kebiasaan atau cara dalam mengonsumsi kopi durian ini. Kebanyakan di Sumsel, satu buah daging isi durian dimasukkan kedalam satu gelas kopi pahit panas. Diamkan beberapa saat sambil menunggu kopi lebih dingin dan siap diseruput. Setelah mendapatkan campuran durian, kopi akan terlihat berubah warna menyerupai kopi susu, namun dengan aroma durian yang tentu masih menyengat.
“Biasanya kopi durian diminum malam hari saat hujan, di pos ronda atau pagi hari,†kata Julius, warga asal Sekayu yang telah menetap di Kota Palembang.
Bagi mereka yang tidak atau belum terbiasa, kopi durian mungkin agak menakutkan karena kafein bercampur durian yang disebutkan mengandung alkohol alami. Namun di masyarakat Sumsel terutama daerah penghasil durian, kopi campur durian tidak mengenal umur dan jenis kelamin.
Mereka menyeruputnya tanpa takut dan bahkan menimbulkan simbol harga diri bagi yang meminumnya. “Biasanya tauke karet kan banyak kebun durian, mereka lagi santai minum kopi durian ini,†ungkap Julius.
Sejumlah warga yang ditemukan menuturkan, durian yang segar atau baru jatuh dari pohon, akan lebih nikmat dibandingkan durian yang telah dijajakan di pasar.
Seperti yang dikutip dari sindonews.com, Walaupun sudah menjadi bagian dari tradisi, belum terdapat warung atau kedai kopi durian secara khusus di Sumsel. Namun untuk membuat dan menikmati kopi durian sangat mudah, hanya meletakkan satu biji daging buah durian ke dalam segelas kopi pahit, langsung seruput. (Selvi/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














