
“Air masuk ke rumah warga dan akses jalan itu hingga sekarang belum surut. Tidak ada warga yang mengungsi, namun kondisi warga memerlukan makanan siap saji juga obat- obatan karena persediaan sudah habis,” lanjut Fathullah.
Tanggul sungai ini sudah beberapa kali jebol, bahkan masyarakat sudah memperbaiki secara swadaya namun jebol kembali. Pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah desa juga pemerintah kabupaten tapi belum tanggapan. Fathullah berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol ini.
Kaur perencanaan desa Rembun Bambang Suroso, mengatakan perlu adanya normalisasi Sungai Sragi lama. “Perlu segera normalisasi sungai, selain itu juga, tanggul yang jebol perlu diperbaik, agar air luapan dari sungai sragi tidak kembali menggenangi pemukiman dan lahan sawah produktif ini,” jelas Bambang Suroso, Kaur Perencanaan Desa Rembun.
Dampak banjir, diperkirakan puluhan hektare lahan terendam dan akan gagal panen. Data sementara, area persawahan yang terendam ada sekitar 30 hektare dengan usia taman sekitar satu sampai dua bulan.
Seperti yang dikutip dari sindonews.com, Guna menanggulangi sementara tanggul yang jebol, pemerintah desa bersama masyarakat menutup tanggul dengan pasir yang dimasukkan ke karung. Namun masih terlihat bocor beberapa titik sehingga air tetap mengalir dan menggenangi pemukiman serta sawah. (Selvi/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















