
Dalam proses pengamatan tersebut bila ada yang ganjil langsung dilaporkan kepada kurator, paramedik dan juga dokter. “Kami memiliki dua dokter yang standby setiap hari untuk menjaga kesehatan satwa,” tambahnya.
Seperti yang dikutip dari sindonews.com, Melihat kondisi tersebut, siapa pun yang akan berkunjung ke Bazoga tidak perlu khawatir terhadap virus Corona. Dengan SOP yang dijalankan, penyakit pada satwa akan cepat ditemukan.
Apalagi, kata dia, hingga saat ini belum ada informasi warga yang tinggal di Indonesia terdeteksi terpapar virus tersebut. Untuk keluar masuk satwa pun di lembaga konservasi seperti Bazoga dipastikan sangat ketat.
“Kami juga akan mendatangkan sejumlah satwa untuk Zona Afrika yang akan dibuka dalam waktu dekat. Pengiriman satwa ini juga sesuai dengan SOP baku yang sangat ketat. Ada pemeriksaan kesehatan di tempat asal satwa dan saat sampai di tempat kami pun satwa tersebut akan dipantau kesehatannya,†ujarnya. (Selvi/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















