
Diperkirakan ada 240-250 WNI yang ada di Wuhan. Marsma Fajar mengatakan lobi Kemlu dengan pemerintah Tiongkok akan menentukan strategi pemulangan WNI.
“Belum tahu juga (satu sorti). Karena kan belum ada kepastian berapa sorti yang dibolehkan ke sana. Misal dari pemerintah China, ‘oke hanya dibolehkan satu pesawat’, maka kita satu pesawat bolak-balik. Tapi kalau boleh tiga-tiganya, maka kita akan berangkat tiga-tiganya,” kata Marsma Fajar.
Selain tiga pesawat, TNI AU juga menyiapkan batalyon kesehatan untuk menangani WNI. TNI AU memastikan para personel yang diberangkatkan harus dalam kondisi fit dan diberi perlengkapan proteksi diri seperti masker, baju pelindung, dan obat.
“Kemudian, ketika kita kembali dari sana akan dikarantina baik WNI maupun personel yang berangkat. Mereka akan dikarantina di RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso di Sunter. Mungkin sekitar 2-3 minggu di sana, ketika saat dinyatakan sehat diperbolehkan pulang,” bebernya.
Kota Wuhan saat ini ditutup pemerintah China. Di kota ini, diduga jadi awal mula munculnya virus corona. Sejumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Wuhan beberapa kali menyampaikan curhatan untuk bisa dijemput karena kondisi di Wuhan digambarkan mencekam akibat wabah virus corona. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















