
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Fajar Adriyanto, disiagakannya dua pesawat Boeing 737 dan satu C130 Hercules itu berdasarkan rapat dengan kementerian terkait. Selain itu, TNI menyiapkan personel dari Batalion Kesehatan.
Namun, TNI AU masih belum mengetahui kapan WNI akan dievakuasi. Pasalnya, keputusan itu akan diputuskan oleh pemerintah Indonesia.
“Kami kan hanya siap saja. Menunggu dari Kemenlu bisa tembus tidak ke pemerintah sana untuk agar kami bisa berangkat atau tidak, yang jelas TNI AU siap 24 jam,” ujar Fajar.
Selain pesawat, TNI AU juga menyiapkan petugas medis untuk mengevakuasi WNI di China. Nantinya, Kementerian Kesehatan juga akan mengerahkan tim medisnya.
“Ini kan sementara terdaftar WNI di sana 240-an yah, sekitar itu. Itu harus butuh berapa tenaga medis. Kami masih stand by, TNI AU yang jelas siap, kapan pun diberangkatkan siap,” katanya. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















