
Menurutnya, 12 perusahaan yang mempekerjakan TKA China tersebut bergerak di berbagai sektor bisnis yakni pertambangan, perkebungan, perhotelan, dan energi. Di antaranya; PT Sky Way Indonesia, PT GH EMM Indonesia, PT SDEPCI Indonesia, PT Engineering Procurement Construction, PT Unison Karyatama, PT Guangdong Topkey Power Technical Davelopment, dan PT Shenhua Guohua Lion Power Indonesia.
“Paling banyak ada di Kabupaten Muara Enim dengan jumlah TKA China mencapai 338 orang. Rata-rata mereka memiliki keahlian khusus di bidang konstruksi dan kelistrikan,” katanya.
Koimudin menambahkan, tak hanya karena adanya wabah virus Corona. Selama ini para pekerja yang berada di Sumsel sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan sejak pertama kedatangan di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang. Selain dari Dinakertras, pemantauan TKA ini juga dilakukan imigrasi, kepolisian, kejaksaan, dan Dinkes.
“Kita punya yang namanya Tim Pora. Kita memantau bersama orang asing yang keluar masuk Sumsel,” katanya. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















