Risiko Virus Corona Tinggi di Level Global, WHO Akui Salah

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip AFP, Selasa (28/1/2020), telah mengunjungi China minggu ini untuk membahas tindakan lebih lanjut untuk mengatasi virus. Pada hari Kamis pekan lalu, dia mengatakan; “Ini adalah keadaan darurat di China, tetapi belum menjadi darurat kesehatan global.”

Pendekatan hati-hati WHO dapat dilihat dalam konteks kritik di masa lalu atas penggunaan istilah lambat atau pun terlalu terburu-buru ketika pertama kali digunakan untuk pandemi flu babi H1N1 2009 yang mematikan.

BACA JUGA :  Pos Koramil Megamendung Resmi Berdiri, Jaro Ade: Jaga Sinergi Demi Bogor Aman

Selama wabah itu, badan kesehatan PBB itu dikritik karena memicu kepanikan global untuk membeli vaksin dengan pengumuman bahwa tahun itu wabah telah mencapai proporsi pandemi, dan kemudian kemarahan muncul ketika ternyata virus tidak hampir sama berbahayanya dengan pemikiran pertama.

BACA JUGA :  Tidur di Kamar Dingin Setiap Malam, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda

Tetapi kemudian pada tahun 2014, WHO mendapat kritik keras karena menyeret kakinya dan meremehkan epidemi Ebola yang menghancurkan tiga negara Afrika barat. Saat itu, WHO menyatakan wabah Ebola berakhir pada 2016. Seperti yang dikutip oleh SINDO NEWS. (Mutiara/pkl/net).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================