
”Padam karena tidak ada pasokan BBM. Pasokan BBM terakhir ke Enggano, 25 Desember 2019, yang masuk via kapal perintis KM Sabuk Nusantara 52, sampai hari ini BBM belum masuk,” kata Marlansius, Jumat (7/2/2020).
Di Enggano, kata Marlansius, masyarakat Desa Kahyapuh, Banjar Sari, Apoho, Malakoni, Kaana dan Desa Meok, hanya mengandalkan aliran listrik PLTD. Sementara, PLTS di dua desa di Enggano sudah tidak dapat berfungsi dengan baik.
Tidak hanya BBM jenis Solar untuk PLTD, terang Marlansius, kebutuhan BBM jenis Pertalite, Premium, serta minyak tanah (mitan), juga tidak ada pasokan di pulau yang berjarak 175 km dari Kota Bengkulu ini.
”Belum ada kapal pengangkut BBM, karena kapal Ferry masih docking. Kapal Ferry itu biasa angkut BBM ke Enggano. BBM jenis Pertalite, Premium dan minyak tanah (mitan) juga tidak ada pasokan,” jelas Marlansius. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















