UKPBJ Tambah Satu Pokja untuk Tangani Lelang Proyek

CIBINONG TODAY – Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Bogor, menambah Kelompok Kerja atau Pokja untuk menangani dan mengerjakan proyek pengadaan pemerintah.

Kepala Sub Bagian Pembinaan dan Advokasi UKBJ, Koko Sugiarto menjelaskan, penambahan Pokja tersebut dilatarbelakangi beban kerja Pokja selama ini.

Lalu, kata Koko, penambahan Pokja ini juga berdasarkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menginginkan adanya penambahan tenaga di UKPBJ Kabupaten Bogor.

“BPK merekomendasikan untuk penambahan Pokja. Karena dengan 1.000 an paket yang hanya dikerjakan 5 Pokja, itu masih dirasa kurang. Akhirnya kita bersurat ke Bupati untuk penambahan ini. Jadi sekarang ada 7 Pokja,” jelas Koko, Selasa (11/2/2020).

Untuk jumlah paket pekerjaan sendiri, Koko menyebut tiga tahun terakhir UKPBJ Kabupaten Bogor menerima sekitar 960 paket pekerjaan. Jumlah itu pun diprediksi tak jauh berbeda untuk pekerjaan ditahun 2020 ini.

BACA JUGA :  7 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Sering Tidak Disadari

“Semua paket baik pengadaan barang, konsultasi maupun pengadaan konstruksi, itu semuanya dikerjakan oleh tujuh Pokja,” ungkapnya.

Koko mengaku para anggota Pokja sudah diberikan bimbingan teknis (bimtek) untuk memahami bagaimana cara dan aturan main dalam proses pengadaan pekerjaan pemerintah.

“Kita berikan pembinaan tata cara evaluasi berdasarkan Permen PU tentang jasa konstruksi. Kita akan terus melakukan pembinaan terhadap pelaku pengadaan di internal kita, kaitan juga dengan aturan semua pengadaan barang jasa,” kata dia.

Koko menyebut, setiap Pokja memiliki 5 anggota. Dimana semuanya berasal dari internal UKPBJ. Kendati demikian, menurutnya jumlah penambahan Pokja itu pun belum lah ideal. Sebab, beban kerja yang ada masih terlalu besar.

BACA JUGA :  Benarkah Sifat Anak Lebih Banyak Turun dari Ibu atau Ayah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ia mencontohkan, di daerah lain dengan hanya 500 an paket pekerjaan, itu sudah dikerjakan oleh 10 Pokja. Maka seharusnya di Kabupaten Bogor bisa lebih dari 7 Pokja karena paket pekerjaan yang hampir mencapai 1.000 an paket.

“Jadi kalau berbicara ideal, ya belum ideal. Namun pada intinya, penambahan Pokja ini dikarenakan kekhawatiran over load pekerjaan. Karena sejauh ini, banyak pekerja kita yang bekerja melebih jam kerja mereka,” tandas Koko. (Firdaus)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================