Benarkah Sifat Anak Lebih Banyak Turun dari Ibu atau Ayah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

anak
Benarkah Sifat Anak Lebih Banyak Turun dari Ibu atau Ayah? Ini Penjelasan Ilmiahnya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Ucapan seperti “anak ini pintar seperti ibunya” atau “kebotakannya pasti menurun dari ayah” sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Meski terkesan sederhana, anggapan tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah tertentu. Namun, para ahli menegaskan bahwa pewarisan sifat manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar membagi karakteristik anak berdasarkan garis ibu atau ayah.

Setiap anak mewarisi setengah materi genetik dari ibu dan setengah lainnya dari ayah. Meski demikian, beberapa sifat atau risiko kesehatan tertentu memang diketahui memiliki pengaruh genetik yang lebih kuat dari salah satu orang tua.

Berikut sejumlah karakteristik yang kerap dikaitkan dengan faktor keturunan dari ibu maupun ayah.

  1. Kecerdasan Sering Dikaitkan dengan Gen dari Ibu

Salah satu teori yang paling sering dibahas adalah hubungan antara kecerdasan dan gen yang berada pada kromosom X. Karena perempuan memiliki dua kromosom X, sementara laki-laki hanya satu, ibu dianggap memiliki peluang lebih besar mewariskan faktor genetik yang berkaitan dengan kemampuan kognitif.

Meski begitu, kecerdasan tidak hanya ditentukan oleh faktor keturunan. Pendidikan, lingkungan, pola asuh, nutrisi, hingga pengalaman hidup juga berperan besar dalam perkembangan kemampuan intelektual seseorang.

  1. Risiko Kanker Bisa Berasal dari Kedua Orang Tua
BACA JUGA :  Atasi Perlintasan Sebidang, Pemkot Bogor Siapkan Flyover M.A. Salmun dan Underpass Kebon Pedes

Berbeda dengan beberapa sifat lainnya, risiko genetik terhadap kanker tertentu dapat diwariskan baik dari pihak ibu maupun ayah. Mutasi gen tertentu diketahui dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kanker payudara, ovarium, usus besar, dan berbagai jenis kanker lainnya.

Karena itu, mengetahui riwayat kesehatan keluarga dari kedua belah pihak sangat penting untuk membantu deteksi dini dan pencegahan penyakit.

  1. Pola Tidur Diduga Memiliki Hubungan dengan Gen Ibu

Beberapa penelitian menemukan adanya kaitan antara gangguan tidur, seperti insomnia, dengan faktor keturunan dari ibu. Anak yang ibunya memiliki masalah tidur tertentu disebut memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Namun demikian, kualitas tidur tetap dipengaruhi banyak faktor lain seperti stres, pola hidup, lingkungan, dan kebiasaan sebelum tidur.

  1. Kolesterol Tinggi Tidak Selalu Akibat Pola Makan

Sebagian orang tetap memiliki kadar kolesterol tinggi meski sudah menjalani gaya hidup sehat. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut disebabkan oleh kelainan genetik yang memengaruhi kemampuan tubuh mengatur kolesterol.

BACA JUGA :  Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Enam Sektor Strategis

Faktor keturunan ini dapat berasal dari ibu maupun ayah, sehingga riwayat keluarga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai risiko penyakit kardiovaskular.

  1. Kemampuan Fokus Juga Dipengaruhi Faktor Genetik

Konsentrasi dan kemampuan mempertahankan fokus ternyata memiliki komponen genetik tertentu. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi biologis yang diwariskan dari ibu dapat memengaruhi risiko gangguan perhatian seperti ADHD.

Meski demikian, kemampuan fokus tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kualitas tidur, lingkungan belajar, pola asuh, dan kesehatan mental.

  1. Gangguan Penglihatan Dapat Diturunkan dari Kedua Sisi Keluarga

Beberapa penyakit mata, termasuk gangguan retina tertentu, diketahui memiliki faktor keturunan yang kuat. Baik garis keturunan ibu maupun ayah dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah penglihatan pada anak.

Karena itu, riwayat kesehatan mata dalam keluarga perlu menjadi perhatian sejak dini.

  1. Berat Badan Dipengaruhi Kombinasi Gen dan Gaya Hidup

Faktor genetik juga berperan dalam pengaturan metabolisme dan distribusi lemak tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gen dari ibu dapat memengaruhi aktivitas lemak cokelat yang berhubungan dengan pembakaran energi.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================