Kadinkes Mike : Penderita Gizi Buruk di Kabupaten Bogor Hanya Ratusan

Dede menekankan bahwa faktor terbesar itu masalah sosial-ekonomi.

Menurut dia, stunting dan gizi buruk harus dapat dibedakan. Ia menjelaskan, jika stunting itu lambat tumbuh. Kaitannya dengan tinggi badan terhadap umur, yang menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan masa umur anak, akibat kurangnya asupan protein yang kronik.

BACA JUGA :  Demi Efisiensi, Pemkab Bogor Bakal Lelang Kendaraan Dinas

Sedangkan Gizi buruk kaitanya dengan status gizi akut yang bisa mendadak terjadi. Sementara stunting prosesnya sangat panjang.

“Dinkes Kabupaten Bogor telah berupaya menurunkan angka stunting dengan Program BOBES (Bogor Bebas Stunting) data pada 2019 angka Stunting 19,08 persen dari data rilis sebelumnya hasil survei diangka 32,09 persen (Data 2018) jadi sudah signifikan penanganan Stunting di Kabupaten Bogor. Kita targetkan pertahun turun sekitar dua persen hingga 2024 nanti”.Papar Dede.

BACA JUGA :  Diskominfo Sosialisasikan PSE Demi Tata Kelola Sistem Elektronik yang Tertib dan Terintegrasi

Dengan begitu, penanganan gizi buruk maupun stunting, Dinkes mengaku mulai fokus terhadap ibu hamil hingga bayi berumur dua tahun. (Bambang Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================