Dinkes Sebut Tempat Seminar di Bogor Diduga Jadi Lokasi Penyebaran Covid-19

CIBINONG TODAY – Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan bahwa sampai saat ini masih kesulitan mencari panitia pelaksana seminar Masyarakat Tanpa Riba (MTA) yang digelar di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada 25 hingga 28 Februari 2020 lalu.

Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana mengatakan, hasil penelurusuran atau tracking tim dari Dinkes, diketahui bahwa acara seminar tersebut memang benar terjadi.

Namun, menurut Adang, tim Dinkes masih kesulitan dalam mencari panitia. Bahkan contact person juga tidak dapat dihubungi.

“Di web-nya dicari ternyata ada kantornya dan ketemu, tapi sudah pindah. Kemudian tracking berapa nomor telepon tidak ada yang angkat,” kata Adang kepada wartawan belum lama ini.

“Iya MTA itu dari swasta, kantornya ketemu tapi sudah pindah,” kata Adang.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tembus Semifinal Australia Open 2026, Bidik Prestasi Lebih Tinggi dari Musim Lalu

Meski begitu, Adang tidak menyebut secara detail nama hotel yang ditempati untuk seminar ekonomi syariah tersebut.

Menurut dia, pada saat tracking, tim Dinkes diinformasikan pihak hotel bahwa para peserta berjumlah sekitar 200 orang. “Kan saya belum ketemu penyelenggaranya, dan itu bukan dari Bogor semua, ada yang dari luar,” kata Adang.

Adang mengatakan, belum bisa dipastikan apakah penularan Covid-19 terhadap sejumlah orang terjadi di lokasi seminar tersebut. Pasalnya, Dinkes sudah memeriksa sebanyak 15 orang karyawan hotel  yang terlibat langsung di acara seminar Masyarakat Tanpa Riba.

Saat ini, para karyawan hotel pun telah mengikuti masa inkubasi selama 14 hari dan sudah melewati semuanya dan dinyatakan negatif Covid-19.

BACA JUGA :  Surat Al-Ikhlas: Makna, Keutamaan, dan Kandungan Tauhid yang Mendalam

“15 pegawai warga Bogor ini sudah selesai inkubasi, seluruhnya bagus semua, sehat. Jadi 15 orang ini sudah beres, tinggal nyari si penyelenggara seminar,” kata dia.

Adang mengatakan, kemungkinan pasien yang positif corona di berbagai daerah itu terpapar saat berpindah tempat tidur atau di perjalanan.

Selain itu, hotel lokasi seminar tersebut hanya memiliki 112 kamar sehingga ada peserta seminar yang memilih menginap di luar hotel.

“Katanya sih ada yang nginep sehari, ada yang dua hari, ada yang nginepnya enggak di situ. Kalau ditanya di luar hotel nginepnya, itu saya enggak tahu, karena belum ketemu panitia,” ungkapnya. (Bambang Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================