
Namun, sambung Atang dengan jumlah armada yang dimiliki UPT saat ini tidak sebanding dengan kondisi sampah yang berada di lima Kecamatan di wilayah Ciampea.
“Kondisi tersebut sudah dilaporkan ke dinas. Idealnya dengan 100 ton sampah yang kami angkut per hari dari lima kecamatan di wilayah empat Ciampea setidaknya UPT memiliki 25 armada untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.”
Dengan begitu, Atang berharap, kedepan agar pemerintahan desa untuk mengubah tempat itu menjadi taman, agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ditempat ini,” imbuhnya.
(Bambang Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















