Tuti menegaskan bahwa mendiang suaminya negatif Covid-19 sehingga prosesi pemakaman tidak menggunakan protokol Covid-19.
Namun, dia tetap akan menjalankan imbauan menjalankan PSBB saat prosesi pemakaman. Dia juga akan membatasi pelayat yang hadir dalam prosesi pemakaman. Adi Kurdi lahir di Pekalongan Jawa Tengah pada 22 September 1948.
Dia memulai karir sebagai aktor dan bintang sinetron dari panggung teater, melalui Bengkel Teater pimpinan dramawan WS Rendra sekitar tahun 1970.
Sebelum meninggal dunia, Adi sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur karena mengalami gangguan syaraf otak.
Dalam kondisinya yang seperti itu, Adi Kurdi masih sempat terlibat dalam sebuah film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah.
(Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================