Terdampak Pandemi Covid-19, Pekerja Seni Ini Minta Perhatian Pemerintah

“Sekarang ini wayang bambu ini mau dibawa kemana?, padahal wayang bambu ini sudah banyak berkontribusi terhadap pemerintah, setidaknya sebagai induk kita (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor) itu memperhatikan kita. Kita bekerja, berkarya dan memberikan kontribusi,” tuturnya. Dari awal berdiri, sambung Ki Drajat, wayang bambu ini sudah resmi terdaftar di Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bahwa ini jenis wayang, meski banyak nama-nama jenis wayang namun wayang bambu dinilai berbeda dan inovatif yang merupakan khas Bogor yang terbuat 95 persen berbahan dasar bambu. Selain itu, ia menjelaskan bahwa wayang bambu berbeda dengan wayang-wayang yang ada di Indonesia yang kerap bercerita tentang kisah Ramyana atau Mahabarata. Namun wayang bambu lebih bercerita tentang keseharian masyarakat dengan edukasi mendidik seperti, tawuran, seks bebas, narkoba, dan adab terhadap orang tua. “Justru kami sebagai seniman budayawan wayang bambu ini bagaiamana caranya menyelamatkan generasi bangsa melalui pendidikan edukasi. Secara tidak langsung wayang bambu telah berkontribusi kepada pemerintah,” tegasnya. Dengan begitu, ia berharap pemerintah lebih memperhatikan para budayawan yang konsen dibidangnya. Karena sebagai pelaku seni dengan adanya pandemi ini sangat terdampak. Berbeda dengan seniman budayawan yang mengatasnamakan sanggar yang notabene memiliki penghasilan tertentu.(Bambang Supriyadi)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================