
Ia juga mengatakan, Kota Depok kini memasuki fase Bonus Typografi, artinya jumlah penduduk kota Depok yang kini semkin bertambah, harus memanfaatkan usia produktif dalam menjalankan roda pembangunan dan mengurangi tingkat pembangunan kota Depok, karena kodisinya saat ini kemiskinan dan pengangguran semakin meningkat di Kota Depok.
“jika untuk SDM, terutama ASM, dibandikan dengan jumlah penduduk mungkin sekitar tujuh ribuan, tapi jika Depok dibandingkan usia produktif, jadi kemungkinan sekarang ini Depok masuk dalam suasana bonus typografi, sehingga harus memanfaatkan usia produktif,untuk pembangunan di kota Depok, hanya saja kondisinya seperti ini, dampak yang di hadapi, kemiskinan dan pengangguran, dan ini menjadi tantangan pemerintah kota Depok, tahun mendatang kita harus bangkit ,mengembalikan seperti itu, supaya bisa bangkit lagi kota Depok,†paparnya.
Sementara Harisono juga berharap, nantinya Depok dapat menjadi Kota cerdas dan di dukung dengan Sumber daya Manusia yang baik dan cerdas serta di dukung dengan IT yang memadai, hingga Depok dapat bangkit kembali menjadi kota Cerdas.
“Secara pribadi, dari sisi SDM, Depok ini harus cerdas, jadi kalau orang sudah cerdas, maka semuanya bisa diatur secra baik, jika tidak cerdas, dikasih tahu berbagai macam hal susah juga, kalau bisa Depok menjadi kota cerdas, dan di dukung dengan IT yang baik,†tandasnya.
(Areinta)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================