“Nah data yang didaftarkan ke aplikasi jejak ini sudah terintegrasi ke diskominfo atau datanya secara otomatis masuk ke kita. Jadi ketika ada kejadian misalnya ada orang yang positif kita tahu data orang-orang yang ada di tempat tersebut di waktu dan hari yang sama. Kemudian kita akan hubungi orang-orang tersebut dan meminta untuk memeriksakan diri ke Dinas Kesehatan atau pun rumah sakit,” jelasnya.
Sejauh ini, lanjut Rahmat, aplikasi jejak sudah di download oleh 500 user lebih dan jumlah tersebut bisa dilihat di Playstore. Dia menargetkan semua warga Bogor mendownload aplikasi tersebut.
“Kalau kita sih targetnya semua masyarakat Bogor ya, tapi kan kita juga menyadari tidak semua warga Kota Bogor memiliki smartphone, tidak semua bisa berkunjung ke mal, restoran atau hotel. Yang jelas di aplikasi ini kapasitasnya besar dan bisa di download oleh semua orang Bogor,” ujarnya
. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================